Kampanye OCBC “Kita Usahakan Rumah Itu” memadukan film pendek dan lagu dari Sal Priadi sebagai strategi komunikasi yang menyentuh emosional generasi muda lewat narasi rumah yang sarat makna. Kampanye ini mengintegrasikan kekuatan musik, film, dan storytelling sebagai sarana dalam menyampaikan pesan edukatif untuk mewujudkan rumah impian.
Bukan hanya kampanye produk, inisiatif ini menerapkan pendekatan integrasi transmedia storytelling, suatu strategi komunikasi yang mengkampanyekan narasi melalui berbagai platform dan medium untuk membangun keterlibatan audiens yang lebih mendalam. Pemanfaatan transmedia storytelling terbukti efektif dalam menjangkau dan melibatkan target audiens.
Film pendek ini disutradarai oleh Yandy Laurens dan berkolaborasi dengan Sal Priadi, musisi sekaligus penulis lagu. Film ini secara tersirat menyampaikan makna rumah sebagai lebih dari sekadar bangunan tempat tinggal. Rumah digambarkan sebagai ruang penuh makna, tempat untuk bertumbuh, cinta, seseorang, kenangan, dan memulai kehidupan mandiri secara emosional dan finansial. Pendekatan pendekatan lintas medium terlihat dari cara pesan dikembangkan melalui berbagai format:
- Film pendek berfungsi sebagai narasi utama yang menyentuh secara visual dan emosional.
- Lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Sal Priadi memperkuat dimensi emosional cerita, memberikan interpretasi yang lebih personal dan intim terhadap makna rumah.
Audiens tidak hanya menonton film atau mendengar lagu, tetapi terlibat dalam semesta cerita yang dibangun. Hal ini menjadi esensi dari strategi naratif berlapis, setiap medium memberikan kontribusi unik terhadap keseluruhan cerita, memperkaya pengalaman audiens dan menciptakan keterlibatan yang lebih personal dan bermakna.
Dalam sesi talkshow peluncurannya yang berlangsung pada 9 Juni 2025, Nanda Nandiana, Marcomm & Loyalty Business Head OCBC, menyampaikan bahwa OCBC hadir bukan hanya sebagai penyedia produk keuangan, tetapi sebagai mitra bagi generasi muda dalam merancang masa depan. Pendekatan ini memperkuat positioning OCBC sebagai brand yang tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga tentang aspirasi dan emosi.
Kampanye ini menunjukkan bagaimana storytelling lintas kanal mampu menyampaikan isu kompleks seperti kepemilikan rumah secara lebih emosional dan mudah dipahami. Pesan tidak hanya disampaikan—tetapi dihayati.



