TANTANGAN
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Johns Hopkins Centre for Communication Programs (JHCCP) dan Jalin Foundation, didukung oleh program Breakthrough ACTION (BA) USAID, mengemban misi untuk meningkatkan perilaku hidup sehat selama pandemi COVID-19. Inisiatif yang dilaksanakan di 30 negara ini juga memiliki tujuan khusus untuk memperluas cakupan vaksin COVID-19 di kalangan lansia. ID COMM dan Hakuhodo Group Indonesia sebagai mitra perusahaan, ditunjuk untuk mengemban amanah dan menjangkau para lansia Indonesia yang dinilai sebagai salah satu kelompok yang paling rentan, dengan angka penerimaan vaksin COVID-19 paling rendah.
STRATEGI
ID COMM mengemas kampanye sebagai sebuah program kompetisi menarik yang diberi nama “Pahlawan Lansia SIAP”. Tujuannya adalah untuk menemukan para lansia teladan yang berpikiran terbuka, telah menunjukkan praktik baik gaya hidup sehat, dan mampu bertindak sebagai duta kampanye. ID COMM mencari kandidat yang memenuhi syarat dari 10 kabupaten terpilih dengan menggunakan berbagai cara, mulai dari promosi di stasiun radio lokal dan saluran radio milik komunitas, bermitra dengan media-media lokal, komunikasi melalui media sosial dengan menggunakan bahasa lokal, hingga kunjungan dari rumah ke rumah dengan dukungan dan keterlibatan masyarakat setempat. Profil yang terpilih kemudian diberi sesi tentang vaksinasi COVID-19, pelatihan komunikasi, dan disiapkan untuk menjadi pendidik bagi rekan-rekan sebayanya. Mereka kemudian terlibat sebagai narasumber, motivator/pembicara yang menginspirasi, dan pendukung program Dinas Kesehatan setempat untuk meningkatkan penerimaan vaksinasi.
KELUARAN
Kampanye ini berhasil mengumpulkan 529 lansia, di mana 10 orang dipilih per kabupaten. Melalui model yang digerakkan oleh rekan sejawat ini, kesadaran dan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap vaksin COVID-19 di kalangan lansia telah tercapai secara signifikan. Para duta senior hadir sebagai aset berharga bagi Dinas Kesehatan setempat dan mereka dipertimbangkan sebagai bagian dari inisiatif kesehatan di masa mendatang. Hal itu juga menandai kemitraan yang lebih kuat antara Pemerintah Daerah, USAID, dan JHCCP. Selain itu, kampanye ini memperoleh tanggapan positif dari masyarakat di media sosial. Keberhasilan pendekatan ini menunjukkan potensinya untuk direplikasi di kabupaten lain dan untuk menanggulangi krisis kesehatan lainnya.









