Dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia, narasi publik yang terarah dan kontekstual terbukti menjadi motor penggerak utama perubahan. Strategi komunikasi yang tepat dapat membentuk persepsi, membangun kepercayaan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam transisi menuju energi bersih.
Hal ini menjadi sorotan utama dalam program SSIDCOMM (Sharing Session ID COMM) episode ke-12, yang mengangkat tema “Narasi Mengubah Dunia: PR di Balik Tren Kendaraan Listrik”. Diskusi ini menyoroti pentingnya peran komunikasi strategis dalam menyelaraskan pesan antara industri, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap kendaraan listrik.
Keberhasilan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada spesifikasi teknis maupun insentif fiskal. Seperti diungkapkan dalam diskusi, PR berperan sebagai katalis yang membangun pemahaman, menjembatani kepentingan, dan menciptakan rasa memiliki terhadap gerakan energi terbarukan.
Claudius Surya, jurnalis otomotif dari AutonetMagz, menekankan bahwa peran media melampaui sekadar menyampaikan informasi. “Kolaborasi antara media dan PR krusial untuk menciptakan narasi yang membentuk persepsi publik secara positif,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya riding the wave, yaitu memanfaatkan momentum sosial untuk memperluas jangkauan pesan.
Data dari Dataxet Sonar turut memperkuat urgensi membangun narasi berbasis data. Selama periode Januari hingga April 2025, terjadi peningkatan percakapan terkait kendaraan listrik di media sosial sebesar 215%. Menurut Alfano Abu Yusuf, Principal Insight Analyst Dataxet Sonar, lonjakan diskusi ini dipicu oleh isu-isu seperti kebijakan pemerintah, kolaborasi brand, dan dukungan figur publik.
Menariknya, 28,1% dari sentimen yang terekam bersifat positif, didominasi oleh konten edukatif seputar manfaat kendaraan listrik bagi lingkungan dan perekonomian. Ini membuktikan bahwa narasi yang relevan dan menyentuh kepentingan publik mampu mendorong perubahan perilaku.
SSIDCOMM kali ini menegaskan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik tidak bisa bertumpu pada inovasi teknologi semata. Diperlukan narasi yang menggugah, kolaboratif, dan konsisten untuk membangun kepercayaan publik. PR memegang peran vital dalam membentuk narasi ini—dengan memahami lanskap sosial, memanfaatkan data, dan menciptakan pesan yang relevan dan menyentuh sisi emosional masyarakat.
Dengan pendekatan komunikasi yang tepat, kendaraan listrik tidak hanya akan dilihat sebagai solusi teknologi masa depan, tetapi juga sebagai simbol partisipasi kolektif menuju Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.



